Sekjen DPP ISKADA Nilai Penyataan KPPAA tendensius dan melukai perasaan guru Dayah di Kota Banda Aceh

Banda Aceh- Muhammad Syarif, SHI,M.H Sekjend DPP ISKDA Aceh dan juga Direktur Aceh Research Institute (ARI) menuding Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA) sangat tendensius menyudutkan guru dayah se-Kota Banda Aceh.

Firdaus, personel KPPAA dalam rilisnya menuduh guru dayah di Banda Aceh mencabuli santri, bahkan dengan lantangnya ia mengatakan kasus pencabulan santri berulang kali di Dayah.(baca realis AJNN, Pencabulan Santri Kembali Terjadi, KPPAA: Dinas Dayah Sudah Diingatkan Berulang Kali, Rabu 2 Sept 2020)

Firdaus ingin mengiring opini bahwa Dayah di Banda Aceh gurunya bermasalah. Tuduhan ini sungguh tidak beralasan dan menohok batin guru Dayah. Untuk itu Syarif mendesak Firdaus untuk meminta maaf atas keteledoran pernyataan yang menyesatkan ini.

Lebih lanjut Muhammad Syarif yang juga Dosen FSH UIN Ar-Raniry mengutuk pernyataan KPPAA yang sepihak ini tanpa melakukan tabayun pada guru Dayah atau Dinas Pendidikan Dayah Banda Aceh. Padahal sangat jelas kasus pelecehan ini terjadi pada Yayasan Rumah Yatim Darul Ilmi Sri Al `Ain, ungkap mantan Ketua Umum Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Apa yang sedang di desain KPPAA, ketika membuat statemen tendensius seperti ini yang tidak sesuai fakta. Apa jadinya, dan apa misi yang sedang di usung KPPAA ketika kejadian itu terjadi di Panti Asuhan, lalu KPPAA menyebutnya kejadian itu di dayah.

Sebagai lembaga resmi dan terhormat KPPAA harus hati hati dalam nembuat statemen. Jangan menyudutkan pihak tertentu yang tidak sesuai fakta untuk mencari popularitas.

Kita minta KPPAA jangan terkesan tendensius terhadap dayah dan terkesan membangun sterotype tertentu terhadap dayah.Pelajari seksama sebelum buat pernyataan. Komunitas dayah yang merasa dirugikan dari tindakan KPPAA yang tidak hati- hati ini, layak meminta pertanggungjawaban KPPAA. Syarif juga mendorong guru dayah untuk menuntut KPAA yang telah mencederai guru dayah di Banda Aceh.

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *