Sekjen DPP ISKADA Nilai Menteri Agama sering offside

Banda Aceh- Muhammad Syarif, SHI, M.H Sekjen DPP ISKADA Aceh menilai pernyataan Menteri Agama, Fachrul Razi  sering offside, karenanya perlu diingatkan. Selaku sesama muslim kita wajib luruskan pernyataan yang keliru ini. Sebagaimana dilansir media islamtoday.id. Menteri Agama Kembali mengeluarkan pernyataan  kontroversial. Ia mengatakan bahwa salah satu pintu masuk radikalisme ke masjid pemerintah, BUMN maupun masyarakat melalui para penghafal Qur’an atau hafidz.

“Caranya masuk mereka gampang; pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan Bahasa Arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk,” kata Menag, Fachrul dalam acara webinar bertema ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, yang disiarkan melalui channel Youtube, Kemenpan/RB (2/09/2020).

Menurut Fachrul, dengan penampilan good looking, mereka mampu menarik simpati dari para jamaah serta pengurus masjid, sehingga dipercaya sebagai imam serta menjadi bagian dari pengurus masjid. Lanjut Fachrul, para penghafal qur’an tersebut akan merekrut rekan-rekannya yang juga berfaham radikal untuk masuk menjadi pengurus masjid.

Untuk itulah Muhammad Syarif menilai apa yang disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia patut disayangkan, jangan-jangan ada skenario besar ingin membenturkan Agama dan Negara. Dalam lintasan sejarah baru era kementrian Agama dibawah Fachrul yang sering melontarkan pernyataan kontroversial. Pernyataan beliau melukai hati umat muslim, untuk itu Sekjen DPP ISKADA Aceh mendesak agar pernyataan tersebut diralat agar tidak terjadi kegaduhan.

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *